
Kucing yang biasanya lahap tiba-tiba cuma mengendus makanannya lalu pergi — hampir semua pet parent pernah mengalami momen bikin khawatir ini. Kabar baiknya: banyak penyebabnya ringan dan bisa diatasi di rumah. Tapi ada juga kondisi yang tidak boleh ditunda. Ini cara membedakannya.
Kucing dewasa yang tidak makan sama sekali lebih dari 24 jam (kitten: 12 jam) harus diperiksakan ke dokter hewan. Tubuh kucing yang berpuasa terlalu lama berisiko mengalami hepatic lipidosis (perlemakan hati) yang serius. Kalau disertai lemas, muntah berulang, atau demam — jangan menunggu 24 jam.
Pindah rumah, kedatangan hewan/bayi baru, renovasi, bahkan pergantian posisi mangkuk bisa membuat kucing mogok makan. Kucing adalah makhluk rutinitas.
Makanan yang sama bertahun-tahun bisa memicu kebosanan — apalagi kalau paletnya memang picky. Rotasi protein (ayam → bebek → kelinci) sering menghidupkan kembali antusiasme makan.
Karang gigi, radang gusi, atau gigi patah membuat mengunyah menyakitkan. Cirinya: kucing mendekati mangkuk dengan lapar tapi makan sedikit/menjatuhkan makanan.
Hairball, perut kembung, atau ketidakseimbangan bakteri usus membuat kucing tidak nyaman makan. Perhatikan juga konsistensi fesesnya.
Flu kucing (tidak bisa mencium aroma makanan = tidak mau makan), gangguan ginjal, dan banyak kondisi lain menekan nafsu makan — inilah kenapa aturan 24 jam penting.
Nafsu makan yang stabil dibangun dari rutinitas: makanan berkualitas dengan protein hewani tinggi, jadwal konsisten, berat badan terpantau, dan pencernaan yang terjaga. Kucing yang kondisi dasarnya baik lebih tahan menghadapi stres dan perubahan kecil sehari-hari.
Jelajahi suplemen harian Our Daily Pets — dari Appetite Booster, Probiotics, sampai Colostrum — yang diformulasikan untuk kucing & anjing Indonesia di halaman Supplements.